The Best ONE! Special one!

Category:Other
Strategi meningkatkan penghasilan

Berdasarkan rumus penghasilan, maka kita bisa melakukan 3 strategi umum dalam meningkatkan penghasilan, yaitu :

1. meningkatkan nilai ekonomis produksi Anda. Ini yang paling cerdik dari semua strategi, namun jalan yang tidak mudah. Anda perlu naik karir, mendapatkan bidang dengan tugas yang lebih bernilai ekonomis bagi perusahaan, atau menjadi ahli yang semakin dihargai di bidang yang bernilai ekonomis.

2. meningkatkan efektifitas kerja sehingga Anda bisa menghemat sumberdaya yang Anda miliki. Dengan demikian membuka peluang memanfaatkan sumberdaya yang tersisa.

3. meningkatkan ketahanan kerja sehingga kapasitas produksi meningkat. Cara ini juga membuka peluang tersedianya sumber daya baru untuk Anda manfaatkan.

Dari 3 strategi itu, cara yang paling cerdik adalah menjadikan nilai ekonomis produksi Anda terus meningkat. Jadikan ini menjadi tujuan (goal) utama.

Nah, untuk bisa meningkatkan nilai ekonomis produksi Anda, maka diperlukan investasi ke arah tersebut. Misalnya melalui belajar lagi, melalui usaha peningkatan karir, atau secara radikal mempunyai produk sendiri yang bernilai tinggi bagi pasar. Satu-satunya jalan agar Anda bisa berinvestasi ke arah tersebut adalah menghemat sumber daya paling langka, yaitu : WAKTU.

Waktu sebenarnya adalah sumberdaya paling mahal. Dengan waktu tersebut Anda bisa melakukan investasi ‘mengasah kapak’ (ingat kisah penebang kayu yang kerja makin keras tapi hasil makin menurun karena kapaknya kian tumpul, lupa diasah), yaitu menajamkan kemampuan Anda sehingga bisa semakin produktif. Dengan waktu itu pula Anda bisa merancang ‘produk baru’ yang diharapkan memiliki nilai ekonomis lebih besar daripada yang Anda hasilkan sekarang. Untuk menghemat waktu tersebut bisa dilakukan dengan cara menjadi lebih efektif, lebih efisien, atau menambah kapasitas kerja.


Berikut ilustrasi dari teori ini:

Kisah dua satpam

Cerita ini diadaptasi dari kisah nyata.

Satpam pertama bekerja di sebuah perusahaan besar. Sambil bekerja malam hari, ketika sedang tidak berkeliling, dia membuat corat-coret desain ukiran kayu, kalau tak salah, mirip bebek-bebek kayu. Ketika tidak bekerja, dia mewujudkan desain-desain tersebut dan menjualnya melalui konsinyasi ke toko-toko besar. Lama-lama produk dia tersebut makin laku dan menjadi terkenal. Akhirnya setelah memiliki perputaran cukup bagus, dia memutuskan membuka sendiri toko hadiah (gift). Akhirnya dia memiliki toko gift di Plaza Indonesia dan Kemang. Dia mengundurkan diri dari perusahaan tempat dia bekerja.

Pak satpam ini menggunakan keleluasaan waktunya (tanpa mengurangi kualitas kerja yang sedang diemban) untuk peluang membuat produk bernilai ekonomis lebih tinggi. Akhirnya peruntungan didapatkan melalui bisnis gift. Kita bisa lihat bahwa goal akhir adalah Nilai Ekonomis yang lebih tinggi. Yang dia lakukan adalah memanfaatkan kapasitas produksi yang masih tersisa, yaitu waktu senggang untuk mendesain ukiran dan mewujudkannya.

Satpam kedua bekerja di perusahaan yang menengah. Sama halnya dengan satpam pertama, dia menggunakan waktu sisanya (sisa kapasitas produksi) untuk belajar desain komputer. Ternyata dia berbakat. Akhirnya dia berpindah pekerjaan menjadi seorang desainer grafis. Nilai ekonomis dari pekerjaannya yang baru tersebut bernilai lebih tinggi daripada pekerjaan satpam. Penghasilannya pun meningkat.

Kita bisa melihat bahwa kedua satpam tersebut berhasil meningkatkan penghasilan dengan memanfaatkan WAKTU yang tersisa dari kapasitas produksi yang ia miliki. Satpam pertama berhasil membuat produk sendiri, dan berpindah menjadi bos dari bisnisnya sendiri. Satpam kedua berhasil menguasai keahlian baru yang sesuai dengan bakat alaminya. Keduanya berhasil meraih nilai ekonomis yang lebih tinggi. Kuncinya adalah ketersediaan waktu luang. Memang waktu luang adalah harta termahal bagi Anda. Anda bisa gunakan waktu luang untuk ‘mengasah kapak’ Anda biar lebih tajam, mendapatkan kapak baru yang lebih tajam, atau mencari pohon baru yang lebih bernilai.

Ringkasan : Teruslah menambah nilai ekonomis produk Anda. Gunakan waktu yang tersisa dari kapasitas produksi Anda. Bila Anda merasa kekurangan waktu, maka tingkatkan efektifitas, efisiensi, ataupun ketahanan kerja Anda sehingga mendapat waktu luang yang merupakan sumberdaya paling langka.
(Khairul-SEPIA)

Add a Comment
How would you rate this thing? (optional)
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help