The Best ONE! Special one!

Blog EntryBalitaku, monyet, dan kawin sama kambingApr 5, '08 12:10 AM
for everyone
Antara Ucapan dan Janji
Ketika pertama kali menyaksikan iklan XL edisi kawin sama kambing, saya tergelak juga. Wah, lucu....lalu saya berkata,"Makanya, kalau ngomong hati-hati!" Diceritakan pada iklan tersebut seorang lelaki yang harus menikah dengan monyet dan kemudian harus menikah lagi dengan kambing karena terlanjur berkata-kata, "Kalau ada yang ................., saya kawin sama monyet!"
Kemudian pada edisi lanjutannya, dia salah berkata lagi,"Alaah.......kalai ada yang.................., saya kawin lagi sama Kambing!"
Hal positif yang dapat dipetik:
1. Hati-hatilah berkata-kata, karena "mulutmu harimau mu"
2. Konsisten dengan apa yang telah dijanjikan.....karena salah berkata janji, maka janji itu harus pula ditepati

Namun sekarang....
Ibu Artaty Sitanggang dari Padangsidempuan Sumatera Utara, menulis di surat pembaca Kompas (6/04/2008) mengeluh dan mengaku sangat kesal dengan iklan tersebut yang dinilainya tidak beradab. Sebabnya, anak balitanya -ketika melihat iklan tersebut- bertanya kepadanya,"Mah, kenapa sih Om itu kok kawin sama kambing?"
Ternyata Ibu Artaty tidak sendirian, sayapun mengalaminya, dan SAYA TIDAK BISA MENJAWAB dan menjelaskan pertanyaan itu.
Beragam perasaan berkecamuk didada mendengar pertanyaan "itu" dari seorang balita yang mempunyai rasa keingintahuan besar, dan saya sebagai orang dewasa berkewajiban memberi jawaban yang baik dan benar baginya.  Akhirnya saya hanya bisa berkata, "Ya...makanya hati-hati saja jika berbicara, karena setiap ucapan harus dipertanggung jawabkan."
Saya yakin sekali jawaban itu bukanlah jawaban....karena pertanyaannya lain, jawabannya lain.
Sungguh.....akhirnya sayapun sependapat dengan ibu Artaty bahwa memang iklan XL edisi kawin sama monyet dan kawin sama kambing SUNGGUH TIDAK BERADAB dan memohon kepada XL untuk mempertimbangkan dengan baik efek iklan bagi penontonya, bukan cuma memikirkan keuntungan semata.

Bagaimana rekan-reman MP-ers?  

28 CommentsChronological   Reverse   Threaded
qiyani wrote on Apr 5
stuju....
mmamir38 wrote on Apr 5
Bukan iklan saja yang seperti itu, bagaimana dengan sinetron-sinetron yang ditayangkan di TV Indonesia.
Kemudian yang beberapa waktu lalu sering terpampang di halaman atas multiply yang pernah saya persoalkan di:
http://mmamir38.multiply.com/journal/item/138
Mudah-mudahan tidak muncul lagi!
nanibr wrote on Apr 5
wah gak kepikiran tuh pak... apa karena anak2 saya udah gak ada yg kecil kali ya.... tapi setuju kalo spt yang disebut pak Amir.... gak cuma iklan tapi juga banyak sinetron pun kudu dibenahi...
abunda77 wrote on Apr 5
iya.....memang seharusnya semua harus 'rezim moral' nih....biar menjadi lebih baik...
zubiayusuf wrote on Apr 5
setuju...
prahathea wrote on Apr 5
setuju!!! mama saya jg sangat mencela iklan itu,walopun kami anaknya dah pd gede :D tidak ada moralnya,tdk bermutu,tdk mendidik..mustinya XL lbh kreatif lg! pokoknya stuju bgt mas..
ahmadiamrun wrote on Apr 5
qiyani said
stuju....
setuju...selapan..sembilan...sepuluh.......
:)
ahmadiamrun wrote on Apr 5
Bukan iklan saja yang seperti itu, bagaimana dengan sinetron-sinetron yang ditayangkan di TV Indonesia.
Kemudian yang beberapa waktu lalu sering terpampang di halaman atas multiply yang pernah saya persoalkan di:
http://mmamir38.multiply.com/journal/item/138
Mudah-mudahan tidak muncul lagi!
iya..pak....terutama ttg jurnal yang bapak tulis itu, hal ironis.
Kalo sinetron, mungkin mudah bagi kita menghindarinya karena jam tayangnya sudah jelas.....tinggal tidak usah ditonton....
Tapi kalo iklan, kita gak tau kapan dia muncul.....ini yang berabe pak!
ahmadiamrun wrote on Apr 5
nanibr said
wah gak kepikiran tuh pak... apa karena anak2 saya udah gak ada yg kecil kali ya.... tapi setuju kalo spt yang disebut pak Amir.... gak cuma iklan tapi juga banyak sinetron pun kudu dibenahi...
bener sekali ibu..........
ahmadiamrun wrote on Apr 5
iya.....memang seharusnya semua harus 'rezim moral' nih....biar menjadi lebih baik...
Rezim moral?
Kalau rezim model ini sepertinya harus kita dukung ya pak?
ahmadiamrun wrote on Apr 5
setuju...
satu lagi pendukung untuk membuat iklan itu ditarik...hayo siapa lagi...semakin bayak yang setuju...bisa dijadikan kekuatan untuk protes ke XL
ahmadiamrun wrote on Apr 5
setuju!!! mama saya jg sangat mencela iklan itu,walopun kami anaknya dah pd gede :D tidak ada moralnya,tdk bermutu,tdk mendidik..mustinya XL lbh kreatif lg! pokoknya stuju bgt mas..
iya tuh...harus lebih kreatif dan beradab....hehe gitu ya mbak?
fseskadevi wrote on Apr 5
Anak2 saya yang 8 sm 7 th sudah cukup mengerti konteks iklan2 macem XL dan ga menanggapi secara harfiah.. mungkin krn udh cukup gede ya?
ahmadiamrun wrote on Apr 5
Anak2 saya yang 8 sm 7 th sudah cukup mengerti konteks iklan2 macem XL dan ga menanggapi secara harfiah.. mungkin krn udh cukup gede ya?
mungkin juga mbak......
yang repot kan ngejawab pertanyaan anak-anak kita yang kadang pertanyaan itu tidak terduga.....padahal kan kita harus selalu siap dengan jawaban yang baik dn benar kan mbak?
tejorini wrote on Apr 6
memang.. kata-kata mencerminkan budaya.. makin banyak kata-kata yang sia-sia pola budaya yang dibangun juga akan sia-sia..
oediartanti wrote on Apr 6
...hayo siapa lagi...semakin bayak yang setuju...bisa dijadikan kekuatan untuk protes ke XL
Saya juga ikut setuju Pak.
qhiqhio wrote on Apr 6
Wahh parah tu iklan..
ahmadiamrun wrote on Apr 6
memang.. kata-kata mencerminkan budaya.. makin banyak kata-kata yang sia-sia pola budaya yang dibangun juga akan sia-sia..
wah samapai sejauh itu ya efeknya? baru tahu nih......
ahmadiamrun wrote on Apr 6
Saya juga ikut setuju Pak.
tambah lagi, satu....:)
ahmadiamrun wrote on Apr 7
qhiqhio said
Wahh parah tu iklan..
belum pernah lihat iklan ini ya?
suswoto wrote on Apr 8
gak pernah kepikiran sebelumnya, soalnya anaknya masih kecil banget sih.... blum ngerti iklan :-D
ahmadiamrun wrote on Apr 8
suswoto said
gak pernah kepikiran sebelumnya, soalnya anaknya masih kecil banget sih.... blum ngerti iklan :-D
yang bertanya ke aku juga bukan anakku rifdah, kok sus...dia jga belum begitu mengerti...tapi ponakanku....
nhusase wrote on Apr 13
setuju. jd biar ada etiket n norma juga kan.
ahmadiamrun wrote on Apr 13
nhusase said
setuju. jd biar ada etiket n norma juga kan.
YUp...tambah satu lagi yang setuju......:)
Tapi kata Presdir Excelcomindo, iklan itu akan segera ditarik kok......
Alhamdulillah
utara19 wrote on Apr 13
yup...
kalau kasusnya sudah seperti itu..
apa boleh buat,
demi menyelamatkan yang belum mengerti
ahmadiamrun wrote on Apr 13
utara19 said
yup...
kalau kasusnya sudah seperti itu..
apa boleh buat,
demi menyelamatkan yang belum mengerti
iya...demi menyelamatkan balitaku.......
sebenernya jika iklan ini tidak tayang pas prime time, alias agak malam....saya sih aga respek...paling gak, anak kecil dianggap sudah tidur...hehehehe
abunidathoe wrote on May 14
mangkanya bertutur itu kudu ngikuti EYD... ehh... sebaik2 perkataan adalah perkataan ttg kebenaran yg dimalkan, dan mal sholeh itu perlu diperjuangkan... AYO BERJUANG UNTUK BERTUTUR YANG BENAR...
ahmadiamrun wrote on May 15
... AYO BERJUANG UNTUK BERTUTUR YANG BENAR...
Ayuuh atuh!!!! Hidup tutur!!!! Lho!??
hehehe
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help