The Best ONE! Special one!

Kelembutan dan Rendah Hati
Zahir, sedang berada di pasar ketika tiba-tiba seseorang memeluknya kuat-kuat dari belakang. Tentu saja Zahir terkejut dan berusaha melepaskan diri. "Lepaskan aku! Siapa ini?". Orang yang memeluknya tidak melepaskannya justru berteriak,"Siapa mau membeli budak saya ini?" Begitu mendengar suaranya, Zahir sadar siapa orang yang mengejutkannya itu. Bahkan kemudian dengan senang hati Zahir semakin merapatkan punggungnya ke dada pemeluknya tersebut kemudian mencium tangannya. Lalu katanya dengan riang," Lihatlah, ya Rasulullah, ternyata saya tidak laku dijual."
"Tidak Zahir, di sisi Allah hargamu sangat tinggi", ujar si pengejut yang tidak lain adalah Nabi Muhammad SAW.
Zahir Ibnu Haram dari suku Asija' adalah satu diantara sekian banyak "orang dusun" yang sering datang ke Madinah untuk 'sowan' ke Kanjeng Nabi.

Kisah lain, Pada sebuah perjalanan, rombongan berhenti untuk beristirahat. Maka disiapkanlah santapan. Seseorang mengangkat tangan dan berkata, "Aku yang menyembelih kambingnya"
"Aku yang mengulitinya", kata yang lain. "Aku yang memasak", sahut yang lain lagi. "Kalau begitu aku yang mencari kayu bakar", kata sipemimpin rombongan. Sontak orang-orangpun serentak berkata,"Tidak usah. Tidak usah ya Rasulullah, biar kami saja yang bekerja"
"Aku tahu kalian bisa membereskan pekerjaan ini tanpa aku", sergah Nabi,"Tetapi aku tidak ingin berbeda (lebih istimewa) dari kalian. Allah tidak suka melihat hambanya berbeda (distimewakan) dari sahabat-sahabatnya"

Kasih Sayang
Dibariskannya anak-anak pamannya: Abbas, Abdullah, Ubaidillah, dan Kutsair. Lalu ia berkata,"Ayo, siapa yang lebih dulu mencapaiku, aku beri hadiah"
Bocah-bocah itu dengan gembira berlarian dan berlomba mendapatkan lelaki yang mereka cintai itu. Dan lelaki itu, Nabi Muhammad SAW pun memeluk dan menciumi mereka.

Ketika waktu shalat tiba, Rasulullah SAW seperti biasa datang untuk mengimami jamaah. Namun, kali ini beliau shalat sambil memanggul cucunya, Umamah binti Abil'Ash, dipundaknya. Pada saat ruku', Umamah diletakkan dan saat bangkit dari ruku' cucunya itu diangkat lagi.

So...
Dari adegan-adegan sederhana itu, siapapun dapat membaca kelembutan, rendah hati, dan kasih sayang seorang -pemimpin agung, kepala negara, kepala keuarga, pribadi sempurna- Muhammad SAW. Sifat-sifat inilah yang menjadikan beliau begitu dicintai dan dikasihi ummat dan rakyatnya. Kasih sayang dan kerendahan hati sudah 'bawaan' Rasulullah. Pemimpin yang mencitai dan dicintai rakyatnya. Pemimpin yang ditaati bukan karena ditakuti....

"Man Laa Yarhamu, Laa yurham!" (Siapa yang tidak menyanyangi, tidak akan disayangi) sabda Rasulullah ketika rasullulah mencium cucunya Hasan ibn Ali dihadapan seorang tokoh suku Tamin Aqra' bin Habs. "Aku mempunyai 10 orang cucu dan tak seorangpun pernah aku cium", ujar Aqra waktu itu. maka rasulullah memandang Aqra dan mengatakanbahwa siapa yang tidak menyayangi, tidak akan disayangi.

Kasih sayang, kelembutan hati, dan sifat rendah hati bukan sekedar sifat "bawaan", melainkan MISI beliau. Seperti yang di firmankan dalam Al Qur'am 21:107. Silahkan buka dan baca AlQuran anda.

Maka, bagi mereka yang mengaku sebagai pemimpin, sebagai umat beliau, sebagai penerus risalah beliau,  tetapi tidak memiliki sifat kasih sayang dan tidak menjadikan kasih sayang sebagai misi,  saya yakin akan memperoleh kesulitan bahkan menyulitkan orang lain.
"Shalawat dan salam untuk idolaku Rasulullah Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam."

=======
catatan:

"Sengaja saya nukilkan penggalan-penggalan hadis sahih ini, karena hadis-hadis semacam ini jarang sekali diungkap di ceramah-ceramah atau tulisan-tulisan keagamaan. Mungkin orang menganggap hal itu terlalu biasa dan kurang menarik...", tulis A.Mustofa Bisri.
-Disarikan dari tulisan A.Mustofa Bisri yang dimuat di Kompas (19/3/2008) hal.6
         

11 CommentsChronological   Reverse   Threaded
nanibr wrote on Mar 20
Sengaja saya nukilkan penggalan-penggalan hadis sahih ini, karena hadis-hadis semacam ini jarang sekali diungkap di ceramah-ceramah atau tulisan-tulisan keagamaan. Mungkin orang menganggap hal itu terlalu biasa dan kurang menarik...", tulis A.Mustofa Bisri.
pantesss... saya belum pernah mendengar yang dibagian atas.... saya pengen betul menjadi orang yang penuh kasih sayang, kelembutan dan kerendahan hati..... tapi susah sekali ya pak.....
ahmadiamrun wrote on Mar 20, edited on Mar 20
nanibr said
saya pengen betul menjadi orang yang penuh kasih sayang, kelembutan dan kerendahan hati..... tapi susah sekali ya pak.....
wah...hebat bu....
Tapi sepertinya nya ibu sudah penuh kasih sayang deh.....tuh temen-temennya ibu pada sayang-sayang sama ibu.........(di simpulkan dari "bondong manis" nya ibu Nani)
nanibr wrote on Mar 20
wah...hebat bu....
Tapi sepertinya nya ibu sudah penuh kasih sayang deh.....tuh temen-temennya ibu pada sayang-sayang sama ibu.........(di simpulkan dari "bondong manis" nya ibu Nani)
amiiin.... moga2 pak.... harus bisa, wong udah banyak nerima 'kasih sayang' dari mana2 kok ya....jadi kudu inget wajib membaginya juga kan ya...met liburan panjang pak... salam tuk istri dan anak tercinta....
ahmadiamrun wrote on Mar 20
nanibr said
.. salam tuk istri dan anak tercinta....
Insya Allah saya sampaikan ibu...
Selamat liburan juga...

Eh, ibu...saya pengen pendapat ibu,
Setelah saya menulis postingan ini, saya kesulitan menemukan judul yang asik...Judul diatas saya kurang sreg sebenernya....walaupun emang saya sangat rindu pada "beliau" apalagi pas hari maulid begini.....Ada ide untuk judul postingan ini ibu? Please......:)
nanibr wrote on Mar 21
Tuh udah ganti judulnya.... sudah sreg kan ya?.... kalau saya gak bisa kasih judul2 untuk tulisan serius seperti ini pak. bisanya yang ringan2 dan sa pe na e dewe... (he he bener gak tuh tulisannya).... tapi yg saya tangkap dari tulisan bapak, sepertinya kita mendapat kado dari yg berulang tahun ya... bukan sebaliknya seperti yang biasa kita lakukan....kado yang ruaarrrr biasa....
oediartanti wrote on Mar 21
Kasih sayang, kelembutan hati, dan sifat rendah hati bukan sekedar sifat "bawaan", melainkan MISI beliau
Zaman Nabi Muhammad SAW dulu sudah ada "training pengembangan kepribadian" ya Pak?
ahmadiamrun wrote on Mar 24
Zaman Nabi Muhammad SAW dulu sudah ada "training pengembangan kepribadian" ya Pak?
hehehehe....trainingnya gratis lagi...,ya bu?
rajaedan wrote on Mar 29
bagus.. bisa buat bahan ceramah nih. Soale gak langganan Kompas. Hehehe...
ahmadiamrun wrote on May 13
bagus.. bisa buat bahan ceramah nih. Soale gak langganan Kompas. Hehehe...
hehehehe.....
retnopl wrote on May 21
waduh..dipostingnya pas ultahku ya..Pak...hehehe...
ahmadiamrun wrote on May 21
retnopl said
waduh..dipostingnya pas ultahku ya..Pak...hehehe...
wah kebetulan sekali......hehehehehe
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help