The Best ONE! Special one!

Blog EntryMencoba "MENSYUKURI" banjir lumpur SidoarjoMar 6, '08 5:23 AM
for everyone
Tulisan ini tidak dibuat untuk menyakiti atau mendukung siapapun. Hanya coba melihat "bencana" ini dari sudut pandang  yang berbeda. Penilaian terakhir, tetap saja ada di tangan pembaca sekalian. Maaf untuk korban, namun ini bukan pula pembelaan dan pembenaran buat yang 'mestinya' bertanggung jawab.
============

Bukan Lumpur Laknat!
Allah Swt, pastinya tidak menciptakan sesuatu dengan sia-sia....
Faktanya justru "musibah" ini membawa "berkah" bagi banyak pihak, kita sebut saja satu persatu: Aset warga korban banjir lumpur yang NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) nya rata-rata hanya Rp 65 rb/meter persegi itu dibeli oleh PT Minarak Lapindo seharga Rp 1 juta/m2. Jadi sekitar 15 kali lipat. Seorang warga merasa bersyukur bisa memperoleh 20% pembayaran dari Minarak. "Saya mendapat ganti rugi 20% sebesar 34,4 juta rupiah", kata Ny Nasifah yang mempunyai rumah tipe 36/72m2. Potensi yang akan diperoleh Ny.Nasifah sekitar 172 juta rupiah.
LSM-LSM lingkungan bisa bekerja lebih lama, Pejabat 'kecipratan' dana pengamanan. Pemilik dump truck bisa mengirim sirtu. Proyek aliran lumpur ke Kali Porong tetap jalan. Para pakar ilmu terkait semburan lumpur laris manis diundang meneliti dan bicara disana-sini. Belum lagi "proyek politis" atas nama korban lumpur. Anggota DPR dan DPRD bisa terus "berakrobat" diatas penderitaan korban yang menuntut Lapindo. Padahal, secara pidana tak seorangpun yang pernah diadili terkait kasus ini. "Tersangka" hanya di'sidang' di DPR/DPRD.

Potensi SDL (Sumber Daya Lumpur)
Manfaat utama lumpur ini antara lain adalah:
Pertama:
Bahan baku pembuatan beton (concerate), terutama sebagai fuller (pengisi) yang berfungsi untuk meningkatkan gradasi yang memiliki kemampuan menutup pori. Hal itu karena lumpur ini sangat halus seperti bedak (kehalusan diatas 400 mesh). Material padat yang dibawa lumpur berupa silikad, zeolite, dan clay (tanah liat Al2O3), yang semuanaya membuat beton menjadi lebih kuat dan daya ikat terhadap semen semakin baik.

Kedua:
Bahan pembuat Batako, Paving, gorong-gorong, base beton, ggenting beton dan pagar yang bisa dikerjakan oleh industri kecil. Material lumpur ini menghasilkan produk dengan kualitas yang sangat baik dengan bahan baku yang teramat murah dan berlimpah.

Ketiga:
Dari beberapa jenis kandungan material padat, khususnya zeolite  dan bahan organis lain akan menjadi bahan baku pembuatan pupuk setelah melewati proses pengendapan tahap kedua.

Keempat:
..............silahkan cari kemungkinan lain ya???? hehehehe...

Lalu apa?
Terlepas dari status hukum semburan lumpur, perdebatan antara fenomena alam dan bukan, yang jelas ini adalah sebuah musibah. Korban tak pernah mau tahu apakah ini mud volcano atau bukan. Warga juga sudah bosan jadi objek penderita 'akrobat' politik. Yang mereka minta adalah segerakan pelunasan 80% dana pengganti atas aset korban. Jadi tak perlu lagi ada politisasi lumpur dengan 'interpelasi'DPR/DPRD. Yang perlu segera dilakukan adalah, manfaatkan potensi lumpur ini demi sebesar-besarnya kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat.

"Dibalik kesulitan ada kemudahan. Sungguh, dibalik kesulitan ada kemudahan"
Mari siapapun yang mampu dan perduli, kita wujudkan kesejahteraan masyarakat dibalik musibah ini....
Semoga kita menjadi bangsa yang bisa belajar dari kesalahan....
Amiiiin.

20 CommentsChronological   Reverse   Threaded
jafair wrote on Mar 6
sepakat dengan tidak mengabaikan apa yg menjadi hak dan apa yg menjadi kewajiban.. begitu kira-kira oom.. :-)
Mudah-mudahan persoalan ini bisa cepat tuntas..amin
ahmadiamrun wrote on Mar 6
jafair said
sepakat dengan tidak mengabaikan apa yg menjadi hak dan apa yg menjadi kewajiban.. begitu kira-kira oom.. :-)
Mudah-mudahan persoalan ini bisa cepat tuntas..amin
Yup...amiiin.....
Hanya mengajak saja agar tidak hanya melihat kejadian hanya dari sisi gelap....
mmamir38 wrote on Mar 6
Jadi sekitar 15 kali lipat.
Masa iya sih?
ahmadiamrun wrote on Mar 6
Masa iya sih?
Begitulah pak, kenyataannya....hitungan itu dari hitungan rata-rata NJOP, jadi tetap ada juga sih diwilayah tertentu yang harga ganti ruginya sedikit dibawah NJOP. Permasalahannya, PT Minarak Lapindo baru mencairkan 20% saja...masih hutang 80% Pak....
mmamir38 wrote on Mar 6
Begitulah pak, kenyataannya....hitungan itu dari hitungan rata-rata NJOP, jadi tetap ada juga sih diwilayah tertentu yang harga ganti ruginya sedikit dibawah NJOP. Permasalahannya, PT Minarak Lapindo baru mencairkan 20% saja...masih hutang 80% Pak....
Mungkin masalah ini tidak dapat dinilai dari segi ganti rugi saja. Berapakah biaya penderitaan berbulan-bulan hidup berdempetan di "tempat penampungan" tanpa ada kepastian tentang masa depan? Berapakah nilai harus tercabut dari lingkungan sosial yang telah dibina selama puluhan tahun? Berapakah nilai kerugian karena anak-anak tidak dapat bersekolah? Berapakan nilai kerugian karena kehilangan mata pencaharian? Dll. dll.
Yang saya kira dalam hal ini "beruntung" adalah fihak Lapindo Brantas, yang telah menyebabkan "bencana alam" gara-gara mengabaikkan cara-cara pengeboran yang sepatutnya dengan tidak memasang casing guna mencegah terjadinya blow-out. Kini Pemerintah yang harus mengeluarkan ganti rugi atas kecerobohan Lapindo Brantas. Padahal uang Pemerintah adalah uang rakyat yang sebagian besar berasal dari pajak yang harus dibayar oleh rakyat. Ibarat supir ugal-ugalan yang menyebabkan malapetaka terlepas dari tuntutan dan semua ganti rugi ditanggung oleh masyarakat sekelilingnya. Ini sungguh peristiwa yang sangat ironis. Jadi kalau melihat masalah ini sebaiknya dilihat secara keseluruhan. Maaf apabila ulasan saya ini terlalu keras, karena saya tidak pernah melihat penderitaan (atau menurut uraian anda keberuntungan) dari para korban. Saya hanya mengikuti dari pemberitaan-pemberitaan dari surat kabar, majalah lokal dan TV.
Bila ada kekeliruan dalam pendapat saya, mohon dikoreksi.
ahmadiamrun wrote on Mar 6
Maaf apabila ulasan saya ini terlalu keras, karena saya tidak pernah melihat penderitaan (atau menurut uraian anda keberuntungan) dari para korban. Saya hanya mengikuti dari pemberitaan-pemberitaan dari surat kabar, majalah lokal dan TV.
Bila ada kekeliruan dalam pendapat saya, mohon dikoreksi.
Benar pak, dalam hal ini, Lapindo adalah yang paling diuntungkan.....
Saya juga tidak mengatakan korban "beruntung"....karena memang banyak kerugian yang tidak bisa dinilai dengan rupiah.......Siapa sih yang mau kena musibah?
Sebenarnya maksud saya membuat tulisan ini adalah :
Mari kita hentikan perdebatan yang sangat tidak perlu mengenai apakah musibah ini karena kelalaian atau murni bencana alam....Bukankah kita lebih baik mulai memikirkan kemungkinan-kemungkinan untuk masyarakat korban banjir lumpur Sidoarjo agar lebih bisa menatap masa depannya......
Yang paling perlu diangkat adalah: SEGERAKAN PEMBAYARAN SISA GANTI RUGI yang 80% itu...
Yang perlu dikerjakan adalah: Manfaatkan lumpur alam ini untuk hal-hal yang mungkin dapat dijadikan alternatif masa depan Sidoarjo.....

Mari pak.......
mmamir38 wrote on Mar 6
SEGERAKAN PEMBAYARAN SISA GANTI RUGI yang 80% itu...
Setuju sekali. Tapi sebaiknya tidak dengan uang rakyat yang sampai sekarang belum sepenuhnya menikmati kemerdekaan.
Dalam situs http://id.yahoo.com kemarin saya membaca bahwa berkas perkara dikembalikan oleh kejaksaan, karena masih belum jelas apa ini karena kesalahan Lapindo atau karena bencana alam.
Lupa meneliti siapa saksi "ahli" yang berpendapat bahwa ini karena bencana alam. Sungguh menyedihkan. Teringat saya akan kasus jaksa yang menangani BLBI.
prahathea wrote on Mar 6
saya paham...:)
nanibr wrote on Mar 6
Mari kita hentikan perdebatan yang sangat tidak perlu mengenai apakah musibah ini karena kelalaian atau murni bencana alam....Bukankah kita lebih baik mulai memikirkan kemungkinan-kemungkinan untuk masyarakat korban banjir lumpur Sidoarjo agar lebih bisa menatap masa depannya......
Yang paling perlu diangkat adalah: SEGERAKAN PEMBAYARAN SISA GANTI RUGI yang 80% itu...
Yang perlu dikerjakan adalah: Manfaatkan lumpur alam ini untuk hal-hal yang mungkin dapat dijadikan alternatif masa depan Sidoarjo.....
setujuuuuuu......bayar dooonkkk!
ahmadiamrun wrote on Mar 6
saya paham...:)
Alhamdulillah........
ahmadiamrun wrote on Mar 6
nanibr said
setujuuuuuu......bayar dooonkkk!
Oya tuh bu...semakin ditunda...masalah sosial semakin banyak.......
Semoga aja pihak yang 'bertanggung jawab' mendengar teriakan ibu!! :)
guruhprast wrote on Mar 15
mas saya ada usulan potensi yang keempat

untuk bahan dasar lulur mandi dan wajah..
ahmadiamrun wrote on Mar 15
mas saya ada usulan potensi yang keempat

untuk bahan dasar lulur mandi dan wajah..
boleh juga tuh.....mas prast yang teliti ya? siapa tau aja...
guruhprast wrote on Mar 15
siapa tau aja... bisa bikin awet muda..
maaph.
ahmadiamrun wrote on Mar 15
maaph.
maksudnya?....kok minta maaf? emang salah apa? jangan-jangan mas prast ini termasuk 'pihak' yang bertanggung jawab atas musibah ini...heheheheheh:)
PEACE!!!
guruhprast wrote on Mar 17
hehe.. iya juga kali, karena saya terkadang kurang bijak juga terhadap alam lingkungan sekitar..
ini sebenernya teguranNya terhadap kita-kita yang tidak menghargai dan menjaga kelestarian lingkungan
semoga kita menjadi sadar!!
korbanlapindo wrote on Apr 5
Mari siapapun yang mampu dan perduli, kita wujudkan kesejahteraan masyarakat dibalik musibah ini....
Semoga kita menjadi bangsa yang bisa belajar dari kesalahan....
Bung Ahmad ini sepertinya mengerti benar apa yang kami korban lapindo rasakan. Tapi memang upaya untuk mendorong kearah penyelesaian masalah ini gak jelas Bung. Pertanyaan saya, siapa yang bisa mengorkestrasikan upaya dari siapapun yang mampu dan peduli itu? Apa ada usulan bung?

korbanlapindo
ahmadiamrun wrote on Apr 5
siapa yang bisa mengorkestrasikan
NAH ..ini dia yang sulit......
mungkin lsm, pemda, pemerintah.....
atau mungkin kita lakukan hal-hal kecil sebagai pribadi.....paling tidak sebagai percontohan.....
ngilmu wrote on May 18
ya........ semua hal tergantung mau ngambil dari sudut pandang mana aja. pengeboman gedung WTC itu gimana?? kita harus mensyukuri ato menagisi...?? dalam kacamata manusia dampaknya dapat dilihat terorisme misalnya...]
perang irak... ratusan jutaan orang mengungsi, kelaparan, gak punya rumah..

dimatanya Allah, khusnudzonnya kita adalah inilah cara Allah dalam memulai era kebangkitan islam.. terlihat dengan banyaknya warga Eropa dan Amerika yang masuk Islam setelah tragedi WTC. dan mungkin masih ada yang lain

kok malah mbahas WTC ya... haha.. :) jadi tergantung melihatnya dari sudut mana..
ahmadiamrun wrote on May 20
ngilmu said
... haha.. :) jadi tergantung melihatnya dari sudut mana..
yup...berpikir ke depan lebih baik daripada sekedar menangisi nasib karena hal yang sudah terjadi......
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help