Betapa sering aku berkata kepada seseorang, "Eh, do'ain aku ya...smoga...bla-bla.." Betapa sering pula seseorang mengatakan hal tersebut kepadaku, dan hampir pasti aku jawab,"Ya, Insya Allah aku do'akan..."
Sesering aku ucapkan janji itu, sesering itu pula aku selalu lupakan janjiku.... Sehabis sholat, aku selalu berdo'a untuk diriku, keluargaku (anak dan istriku), Bapak Emak, sesekali dalam sedikit kesempatan nama saudara-saudaraku (adik kakak) kusebut juga. Jarang sekali ada doa khusus untuk guruku, atau temanku, atau presidenku, atau saudara sebangsaku yang jauh disana yang sedang terkena musibah...Jarang sekali...yah, jarang sekali....
"Eh, do'ain ya?"  "Iya..." Menjadi kalimat yang cuma hiasan bibir diakhir pembicaraan. Hingga jikapun aku minta agar aku didoakan oleh seseorang, aku tidak benar-benar berharap dia melakukannya. Yah, benar-benar hiasan bibir!
Padahal, do'a bagiku adalah kekuatan besar. Do'a harus benar-benar keluar dari hatiku...aku sungguh-sungguh memintaMU ya Allah... Sebuah kejadian membuatku tersadar.... Seperti biasanya, setiap akhir pekan, aku buka catatan keuangan usahaku. Kuperiksa hutang-hutang yang hampir jatuh tempo. Aku begitu khawatir terlambat melakukan pembayaran. Aku begitu khawatir integritasku sebagai pedagang jatuh karena menyalahi janji membayar hutang. Maka dengan sangat disiplin, aku buat list jadwal pembayaran hutang dan aku taruh di tempat yang mudah aku jangkau. Tidak lupa pula aku buat list siapa-siapa yang harus aku hubungi minggu ini untuk menagih pula piutangku. Begitulah...pekerjaan setiap akhir pekan. Namun ada yang berbeda pekan ini, hampir semua list piutangku gagal. Hampir semua orang yang berhutang padaku tidak membayarku pada waktu seperti yang mereka janjikan. Akupun agak kelimpungan karena aku sungguh berharap likuiditas usahaku dari piutang-piutang jatuh tempo ini. Sedihnya.... Aku berpikir keras, mengapa ini terjadi? Bukankah aku selalu berusaha membayar hutang-hutangku tepat waktu? Tapi mengapa mereka.....bla...bla...bla...
Introspeksi dimulai: APA YANG TELAH KULAKUKAN HINGGA AKU MENGALAMI HAL INI?
Oh, EUREKA!!! Janji pun hutang! Harus dibayar lunas! Maka akupun mencari janji-janji yang belum terlunasi. Waw!!! Luar biasa banyak. Janji mendoakan orang...luar biasa banyak yang aku lupakan.
"Waduh, ini harus dibayar!", pikirku. Bagaimana caranya? Akhirnya akupun memulai membuat list nama-nama orang yang aku kenal, yang mungkin, aku pernah berjanji untuk mendoakan mereka...., juga termasuk list do'a-doa untuk apa yang dipesan. (Waduh, dipesan? kaya komoditas dagangan aja...hi hi ihi...).
Yah, inilah caraku, sebelum dan sesudah shalat jumat setiap pekannya, sakuku bertambah tebal ....isinya selain uang "receh" untuk kotak amal (dasar pelit, nyumbang pake receh! giliran urusan dunia keluar gak pake itung-itungan..), saku bajuku berisi lembaran kertas berisi nama-nama orang yang harus kudoakan. Kenapa harus jumat saja? kan berdoa bisa kapan saja? Iya bener, berdoa bisa kapan saja....namun biarlah doa "kapan saja" itu menjadi milik spontasitas ingatanku. Siapapun berpeluang untuk kudoakan..."kapan saja" tergantung ingatanku....namun siapapun yang pernah aku janjikan untuk kusebut namanya dalam doa...insya Allah akan aku masukkan dalam list doa jum'atanku....
Catatan khusus: Aku bukan pendo'a yang begitu dekat dengan ALLAH, sehingga begitu yakinnya doaku langsung makbul. Aku hanya berusaha menjadi orang yang tepat janji.... Saling mendoakan yuk?
wallahu a'lam....
 | aiiih.... jd malu yah....
*doakan aku juga* ^^ |
 | rasanya saya udah kasih komen deh pak.... gak berkenan ya?maap ye.. |
 | Apa kabar pak Ahmadi? Terima kasih sudah menulis di guest book saya. Kalimat "doakan aku ya..." yang merupakan hiasan bibir, biasanya oleh lawan bicaranya dijawab "Insya Allah". Insya Allah juga sering menjadi hiasan bibir. Seharusnya Insya Allah diucapkan untuk janji yang kita bisa melaksanakan, hanya kita tidak tau apa yang akan menimpa kita nantinya, sehingga kita mengucapkan Insya Allah. Tetapi saya lihat banyak yang bilang Insya Allah untuk janji yang belum tau pasti bisa atau tidak dilaksanakan, jadi hanya untuk hiasan bibir juga ya pak? |
 | horee baru inget... kalo gak salah saya bilang gini..karena saya pelupa, setiap ada yg minta doain..lalu setelah saya mengatakan InsyaAllah... maka saya akan cepat2 berdoa dalam hati... (jadi kayak kejar setoran). Nah, saya ingin tanya sama pak Ahmad, model berdoa kaya gini dibenarkan gak ya? maksud saya gak usah ditunda nunggu sholat fardu, apalagi sampe nunggu sholat jumat... bisa tambah lupa donk |
 | Nah, saya ingin tanya sama pak Ahmad, model berdoa kaya gini dibenarkan gak ya? maksud saya gak usah ditunda nunggu sholat fardu, apalagi sampe nunggu sholat jumat... bisa tambah lupa donk  Ya, berdoa mah kapan saja OK bu! Cuma kan ada waktu-waktu khusus yang sangat dianjurkan....semisal selepas shalat fardhu, setelah shalat ashar, hari jumat, 1/3 malam...dsb..dsb.... Pengennya sih, setiap doa diijabah, makanya cari waktu khusus itu....biar lebih afdhal...hehehehehe..... Kan kalau mau memberi kepada orang lain sebisa mungkin beri yang terbaik ya, Bu? Gimana menurut ibu? |
 | setuju banget.....tapi untuk menjaga agar tidak terlewat,bagaimana kalau di DP dulu yaitu sesaat setelah ketika mengucapkan Insya Allah.... nantinya,diwaktu2 yang tepat seperti disebutkan diatas, (kalau tidak lupa) kita panjatkan lagi doa kita.... |
 | tapi untuk menjaga agar tidak terlewat,bagaimana kalau di DP dulu  Hahahaha...ibu.... tapi akur! setuju ibu...cara lebih simpel untuk menepati janji.... akuuuurrr banget!!! Hebat... Jadi inget postinganku beberapa waktu yang lalu: Keep It Simple Stupid (KISS) http://ahmadiamrun.multiply.com/reviews/item/8 |
 | hua ha ha..saya sudah baca pak..... hebat n keren ya saya... bisa menemukan solusi yang simple and stupid... hi hi... |
 | duh bapak.... mana ada sih orang yang fokus utak utekin masalah, pastilah mencari solusi donk... seperti yang diartikel KISS..bukankah mereka juga sedang cari solusi... cuma satu masalahnya, mereka mikirnya kecanggihan... |
 | he he..syukur-2 mau bantu saudara kita lain yang sedang terlilit utang hanya karena u/ bertahan hidup, menyelamatkan nyawa karena musibah sakit, menyekolahkan anak supaya mendapatkan pendidkan yang layak, mencari sesuap nasi untuk anak istri di rumah supaya tidak kelaparan..Bagusnya dimasukkan ke daftar juga...he he..( cuma usul aja kok..) |
 | wah telat nih.. hehe kalo saya modelnya seperti yang disampaikan ibu nani. jadi saat itu juga kita doakan dalam hati untuk orang tersebut.. nb. saya nitip satu doa mas.. supaya bisa menjadi manusia yang berguna bagi sesama yaa.. jazakallah khoiran. |
 | because sudah banyak people yang put comment.. i just could type: janji itu hutang (kata pepatah ya?) thanks for visiting my MP before... ^_^ |
 | hmm.. bener banget! makasih udah ngingetin.. :) |
| |