The Best ONE! Special one!

(tak sengaja kutemukan prosa puisi - aku menyebut begitu untuk puisi ini- karya Taufiq Ismail, aku tertegun-tegun...hmmm)



tuhan Sembilan Senti

Oleh: Taufiq Ismail

Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,

Di sawah petani merokok, di pabrik pekerja merokok, di kantor pegawai merokok, di kabinet menteri merokok, di reses parlemen anggota DPR merokok, di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok, hansip-bintara-perwira nongkrong merokok, di perkebunan pemetik buah kopi merokok, di perahu nelayan penjaring ikan merokok, di pabrik petasan pemilik modalnya merokok, di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na'im sangat ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,

Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok, di ruang kepala sekolah ada guru merokok, di kampus mahasiswa merokok, di ruang kuliah dosen merokok, di rapat POMG orang tua murid merokok, di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya apakah ada buku tuntunan cara merokok,

Di angkot Kijang penumpang merokok, di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk orang bertanding merokok, di loket penjualan karcis orang merokok, di kereta api penuh sesak orang festival merokok, di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok, di andong Yogya kusirnya merokok, sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok,

Negeri kita ini sungguh nirwana kayangan para dewa-dewa bagi perokok,
tapi tempat cobaan sangat berat bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam menguasai kita,

Di pasar orang merokok, di warung Tegal pengunjung merokok, di restoran di toko buku orang merokok, di kafe di diskotik para pengunjung merokok,

Bercakap-cakap kita jarak setengah meter tak tertahankan abab rokok, bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun menderita di kamar tidur ketika melayani para suami yang bau mulut dan hidungnya mirip asbak rokok,

Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul saling menularkan HIV-AIDS sesamanya, tapi kita tidak ketularan penyakitnya. Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya mengepulkan asap rokok di kantor atau di stopan bus, kita ketularan penyakitnya. Nikotin lebih jahat penularannya ketimbang HIV-AIDS,

Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia,
dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu, bisa ketularan kena,

Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok, di apotik yang antri obat merokok, di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok, di ruang tunggu dokter pasien merokok, dan ada juga dokter-dokter merokok,

Istirahat main tenis orang merokok, di pinggir lapangan voli orang merokok, menyandang raket badminton orang merokok, pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok, panitia pertandingan balap mobil, pertandingan bulutangkis, turnamen sepakbola mengemis-ngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok,

Di kamar kecil 12 meter kubik, sambil 'ek-'ek orang goblok merokok, di dalam lift gedung 15 tingkat dengan tak acuh orang goblok merokok, di ruang sidang ber-AC penuh, dengan cueknya, pakai dasi, orang-orang goblok merokok,

Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na'im sangat ramah bagi orang perokok, tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,

Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam menguasai kita,

Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh, duduk sejumlah ulama terhormat merujuk kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa. Mereka ulama ahli hisap. Haasaba, yuhaasibu, hisaaban. Bukan ahli hisab ilmu falak, tapi ahli hisap rokok. Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka terselip berhala-berhala kecil, sembilan senti panjangnya, putih warnanya, ke mana-mana dibawa dengan setia, satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,

Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang, tampak kebanyakan mereka memegang rokok dengan tangan kanan, cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri. Inikah gerangan pertanda yang terbanyak kelompok ashabul yamiin dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?

Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu. Mamnu'ut tadkhiin, ya ustadz. Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz. Kyai, ini ruangan ber-AC penuh. Haadzihi al ghurfati malii'atun bi mukayyafi al hawwa'i. Kalau tak tahan, di luar itu sajalah merokok. Laa taqtuluu anfusakum.

Min fadhlik, ya ustadz. 25 penyakit ada dalam khamr. Khamr diharamkan. 15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi). Daging khinzir diharamkan. 4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok. Patutnya rokok diapakan?

Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz. Wa yuharrimu 'alayhimul khabaaith. Mohon ini direnungkan tenang-tenang, karena pada zaman Rasulullah dahulu, sudah ada alkohol, sudah ada babi, tapi belum ada rokok.

Jadi ini PR untuk para ulama. Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok, lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan, jangan,

Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini. Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu, yaitu ujung rokok mereka. Kini mereka berfikir. Biarkan mereka berfikir. Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap, dan ada yang mulai terbatuk-batuk,

Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini, sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok. Korban penyakit rokok lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas, lebih gawat ketimbang bencana banjir, gempa bumi dan longsor, cuma setingkat di
bawah korban narkoba,

Pada saat sajak ini dibacakan, berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita, jutaan jumlahnya, bersembunyi di dalam kantong baju dan celana, dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna, diiklankan dengan indah dan cerdasnya,

Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri, tidak perlu ruku' dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini, karena orang akan khusyuk dan fana dalam nikmat lewat upacara menyalakan api dan sesajen asap tuhan-tuhan ini,

Rabbana, beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.

18 CommentsChronological   Reverse   Threaded
nanibr wrote on Jan 18
salah satu syarat tuk jd calon suami saya waktu dulu, gak mengisap 'berhala kecil' itu... berhubung saya punya asma... salut banget sama mertua, yg bisa mendidik 3 jagoannya tuk tidak merokok...
setelah saya tanya rahasianya ke suami.... katanya: "anak2 boleh merokok kalau sudah punya uang sendiri".... kebayang donk, berarti waktu udah lepas kuliah sekitar 24-25 th... baru boleh ngrokok..... kata suami udah terlanjur gak kepengen...
strategi itu saya gunakan untuk anak laki2 saya... Alhamdulillah sampai skrang berumur 20 thn, gak suka rokok...
ahmadiamrun wrote on Jan 18
nanibr said
strategi itu saya gunakan untuk anak laki2 saya..
Strategi yang jitu !!! Tapi bu, trennya sekarang mulai berbalik kok bu, di kantor saya tak seorangpun merokok....padahak dulu 80% perokok.....kalau dulu merokok = keren, sekarang justru sudah terbalik...merokok = kampungan, penyakit tuh!
semoga....
rosbell wrote on Jan 18
jd ceritanya ttg rokok...??dr judulnya qu pikir ajaran2 islam baru yg saat ini sdng ramai dibicarakan....!!! ahmadiyah itu lho.......bukan sampean jg yg jd leader kan..??
canda ya bro....................
cupluk0025 wrote on Jan 18
klo soal merokok sih aq mulai dari kelas 5 SD sampe sekarang deh..
satu bungkus bisa tiga hari....hehehe.....soksial gitu......
ahmadiamrun wrote on Jan 18
rosbell said
bukan sampean jg yg jd leader kan..??
hehehe...karena namaku juga, dulu pas SD aku pernah dikirimin brosur-brosur lengkap oleh Jamaah "itu".....
Aliran itu udah ada sejak indonesia belum merdeka looo.....
ahmadiamrun wrote on Jan 18
klo soal merokok sih aq mulai dari kelas 5 SD sampe sekarang deh..
waduh? gak keren tuh mas!!! hehehehe
jafair wrote on Feb 13
bener juga ya..
ahmadiamrun wrote on Feb 13
jafair said
bener juga ya..
apanya yang "bener" mas?
guruhprast wrote on Feb 13
mas ada tuhan yang lebih kecil lagi,
bahkan tipis sekali, mungkin tak lebih dari 0.5 mili
duit kertas...
ahmadiamrun wrote on Feb 14
mas ada tuhan yang lebih kecil lagi,
bahkan tipis sekali, mungkin tak lebih dari 0.5 mili
duit kertas...
tapi yang satu ini kan tidak terkait dengan
"Peringatan Pemerintah: dapat menyebabkan kanker, impotensi dan gangguan kehamilan"
...hehehehehe...
guruhprast wrote on Feb 14
ada kaitannya mas (maksain bgt)
"Peringatan Pemerintah : ga punya duit menyebabkan depresi, gantung diri, bibir pecah2 dan susah buang air besar"
wkwkwkkkk
ahmadiamrun wrote on Feb 14
xi xi xi...ada aja pak prast....
abunahidh wrote on Mar 2
Bagus sekali, kritis, dan sangat menyentuh.
ahmadiamrun wrote on Mar 2
Bagus sekali, kritis, dan sangat menyentuh.
Om Taufiq Ismail emang jagonya bikin rangkaian kata hebat.....
opipati wrote on May 26
Mas. Om taufiq ngerokok gak? Biasanya seniman kan suka ngerokok.
ahmadiamrun wrote on May 26
opipati said
Mas. Om taufiq ngerokok gak? Biasanya seniman kan suka ngerokok.
jangan tanya om Taufik, Bang! Tanya diri sendiri aja kali yaaa...heheheheh :D
umenohana wrote on Jun 10
boleh saya copy ya..?Belum pernah baca puisinya Taufik Ismail yang ini..thank's
ahmadiamrun wrote on Jun 10
boleh saya copy ya..?Belum pernah baca puisinya Taufik Ismail yang ini..thank's
wah silahkan...silahkan......
Pak tuufik emang hebat.....
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help