Beberapa tahun yang lalu, kami *) pernah mengadakan malam kesenian dengan judul: "PENTAS SENI DALAM RANGKA MENYAMBUT HARI SENIN"Banyak pertanyaan mengapa judulnya begitu? Ada juga yang tertawa sambil bilang: "Ada-ada saja" ; emang ada apa dengan hari senin?Bukan hari 'senin'-nya yang menjadi poin penting. Karena senin, selasa hingga Minggu, tidak ada bedanya...masing-masing 24 jam. Bukan pula judul itu dibuat tanpa dasar alias asal-asalan. Memang kebetulan pentas seni nya digelar pada hari Minggu malam. Paling tidak ada 2 (dua) hal penting dipikiran saya saat mengusulkan judul itu. Pertama:Hari adalah nama waktu. Semua karunia dari ALLAH. Kitalah (manusia) yang menamakan hari jadi senin, monday, isnin...dsb. Bagiku, semuanya istimewa baik senin selasa...dst. Kedua: Tinggal di Jawa, penuh dengan kepercayaan dan kebudayaan yang berasal dari 'titen' atau observasi. Jadi ada hari baik ada hari kurang baik. Kebanyakan jika para tetua ditanya mengenai hal ini, mereka menjawabnya dengan agak-agak "Takhayul" alias tak rasional. Apalagi sudah dkait-kaitkan dengan pamali / pantang. Jauh-jauh deh. Mending renungin ini: “Apa saja nikmat yang kamu peroleh dari Alloh, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri.” (QS. An Nisa’ : 79).” Yang ada mungkin bukan hari baik, hari naas, tapi ada hari yang tepat, ada hari yang kurang tepat. Misalnya: memanen bambu di hari rabu, bukan kamis..karena biasanya di hari kamis kadar glukosa bambu sangat tinggi. Jadi ntar bambunya mudah kena rayap. Dan banyak contoh lain mengenai masalah hari tepat dan kurang tepat.Tahun Baru Seperti halnya hari, maka berlaku pulalah dengan tahun. Tahun kan cuma batasan dan ukuran yang kita buat untuk memudahkan penghitungan waktu. Apakah sebenarnya yang kita rayakan saat kita harus berganti kalender? Bahkan kalau mau, kita tidak perlu ganti kalender kok...bikin aja kalendernya untuk periode dasawarsa (10tahun), maka tahun barunya 10 tahun sekali..heheheh... tau sebaliknya, bikin aja kalendernya berperiode 6 bulan, biar tahun baru bisa lebih cepat. Asik kan?Tahukah bahwa pada tahun 1582 tidak ada tanggal 6 oktober? Karena pada tahun tersebut, Paus Gregorius XIII mengubah penghitungan kalender sehingga dalam semalam orang melesat dari tanggal 4 ke 15 Oktober 1582. DAN TAK SECUIL WAKTUPUN TERCURI !! Intinya, sungguh tidak ada yang istimewa dengan pergantian kalender. Kalau mau pesta kembang api, ngapain nunggu ganti kalender? Kalau mau muhasabah atau introspeksi setiap saat saja! Tapi kalau mau ganti kalender baru nunggu 1 Januari deh! :)
(*) remaja Masjid Nurul Hidayah Kayen Sleman Yogyakarta
 | So... Nostalgic. Fotonya kayaknya masih ada loh. Kapan mo ngadain lagi nih? |
 | tak cek lagi ya.... semoga masih. what can i do. lewat japri aja ya...
|
 | Betul sekali mas Ahmadi! Semua hari adalah baik. Bila tidak, maka Allah tidak akan menurunkannya. Yang penting adalah apakah kita telah dapat memanfaatkan waktu yang diberikan kepada kita dengan sebaik-baiknya? |
| |
|